24
Se
Belajar Analisa Prediksi Dalam Pertandingan Bola
24.09.2017 00:55


Tatkala menonton festival sepakbola dalam layar paras kita kadang kala disajikan kesibukan tebak skor yang dilakukan para pakar. Walau merampok, saya gak percaya tumbuk skor merupakan sesuatu yang seharusnya dikerjakan.

Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada pokok logika yang cukup untuk menebak skor akhir sebuah pertandingan.

Bertentangan dengan menebas siapa tim yang dengan menang -- atau kalau pertandingan dengan berakhir secara seri. Menebak seperti itu natural saja dijalani, walau saat akhirnya sepak bola itu buntar sehingga pemenang pun terkadang kali khilaf diprediksi. Mengapa? Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini saya akan bagikan beberapa trik membuat dugaan yang ketat. Bukan berguna saya terus-menerus benar di memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, walaupun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) aku memiliki rekor kebenaran prediksi yang cukup tinggi: pukul rata 3 atas 4 antisipasi saya setara kenyataan.

2 bulan pra terjadi, saya memprediksi akan terjadi All German kesimpulan di Permufakatan Champions. Pada final, termasuk di depan beribu-ribu warga Surabaya yang membanjiri sebuah programa nonton menyerentakkan, saya meneka Bayern Munich akan mengalahkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kontrol. Sebelum tersebut saya juga meyakini kalau Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Belakang, saya mencari Belanda bakal mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin aku tekankan disini adalah; prediksi bisa benar bisa melenceng, tapi yang penting 1 buah prediksi mutlak harus mempunyai dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, satu buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka sisi keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak mampu diprediksi dengan 100%, apalagi prediksi hal skor pucuk. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi meningkat tajam.

Hamba ajak Anda untuk menyelidik beberapa perkiraan terakhir abdi guna menerangkan beberapa sendi penting yang saya serius akan produktif bagi Kamu saat mengetes memprediksi perbandingan.

Di antara prediksi yang hamba sebut pada atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali hal mistar gawang Atletico]. Walau demikian terselip logika pada belakang dugaan tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Perangkat masa mengutuskan ketidakrukunan pemain Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Atas media asing saya merekam kabar jika Ronaldo & Mourinho pula tidak sesuai (berita menyerempet hal itu baru menongol di Indonesia beberapa saat lalu). Guna pelatih aku paham betul arti kekompakan tim di dalam dan pada luar lapangan dan dampaknya bagi prestasi tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang padahal on fire, yang menciptakan saya degil memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips dugaan 1: Pertimbangkan suasana dalam tim, paling utama saat satu turnamen berlanjur di mana pemain harus terus simpatik tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip prediksi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat perbandingan cup, kemonceran striker demikian menentukan. Saat pertandingan liga kualitas sela panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen kru lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menjadikan, walau kekuatan keseluruhan menyunggi juga harus dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Indonesia saya melawan hati nurani. Berdasar pada subjektif abdi membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata berpanggilan objektivitas, kita semua pasti setuju bahwa Belanda jauh di untuk Indonesia. Dulu mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih mencocok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia bakal bermain melimpah gairah, sehingga akan bisa mereduksi perbedaan kualitas. Oleh karena itu, skor sedikit atau gede bisa aja diprediksi dengan sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips dugaan 3: Hindari membela sebuah tim saat membuat prediksi. Kita mampu selalu berpikir tim mahkota kita unggul, tapi tatkala membuat perkiraan tentu pikiran harus diutamakan di atas fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat membaca di satu buah media masa tentang persamaan-persamaan final Liga Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir kolam. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund menurut fakta-fakta ini. Mereka khlaf bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan kadang benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah kelurusan hati dengan fenomena yang lain merupakan salah satu tiruan dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terpancing para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan terampil menjadi lingkungan membuat satu buah prediksi pertentangan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan terlintas bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang semarak saat menentang Bayern, besar yang lantas menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Sesuatu ini mengecoh. Mengapa? Karena statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik awal musim pun tidak dapat dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Kamu pada statistik pertandingan antara kedua menjimbit yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini sekadar.

http://888bola.com/ Karena prediksi saya kadang kala saya tampilkan di twitter (@coachtimo), besar pihak memeras saya memprediksi berbagai perbandingan lainnya. Kebanyakan saya abaikan atau aku tolak secara alasan kurang paham menyerempet kekuatan ke-2 tim. Tanda saya itu senafas beserta tips prediksi berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat perkiraan tanpa dilatar belakangi data dan pesiaran yang cantik mengenai menjimbit atau permufakatan tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menciptakan prediksi tentang MU vs Chelsea. Kalian mustahil menjadi pakar tentang semua liga yang terselip. Akui sekadar.

Tips dugaan 7: Kalian juga gak seharusnya meneroka setiap festival. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjimbit menurut Dikau 50-50. Jika sudah demi tahan ada, hindari mendesak diri membuat prediksi. Beserta demikian prosentase kejituan bayangan anda bakal meningkat.

Tetap banyak saran lainnya yang bisa dan patut dimanfaatkan dalam membuat sebuah prediksi yang berkelas. Karena keterbatasan tempat beta berhenti datang di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh kesahan prediksi ini. Sebuah bayangan yang berkelas, baik betul maupun cela, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada dalam belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!